0 item in the bag

No products in the cart.

NEED HELP ? TALK TO AN EXPERT : 021 - 84312824

Incinerator

FUNGSI INCENERATOR

Dewasa ini incinerator bahkan sudah menjadi sarana standar untuk menangani limbah medis yg dihasilkan dari berbagai kegiatan medis di rumah sakit. Fungsi atau kegunaan Incenerator selain dapat mengurangi massa dan volumenya yg lebih utama dan penting adalah mendestruksi materi-materi yg berbahaya seperti mikroorganisme pathogen dan meminimalisir pencemaran udara yg dihasilkan dari proses pembakaran sehingga gas buang yg keluar dari cerobong menjadi lebih terkontrol dan ramah lingkungan.
Sebuah incinerator dapat berfungsi dengan baik jika memenuhi kriteria tersebut diatas dan ada beberapa parameter yg harus dipenuhi diantaranya yaitu Suhu, Waktu dan Turbulensi
Suhu : suhu menjadi faktor yg sangat berperan dalam pembakaran, keberhasilan dari suatu proses pembakaran ditentukan oleh tercapainya suhu yg diingin kan dari jenis materi limbah yg akan dibakar, hal ini juga berhubungan erat dengan pasokan udara atau oksigen untuk mengoksidasi limbah, bentuk ruang bakar, jenis refraktori yg digunakan dan ketebalan dinding incenerator juga akan mempengaruhi suhu ruang bakar. Ruang bakar berbentuk bulat rambatan suhunya menjadi lebih sempurna dibanding ruang bakar berbentuk kotak, karenanya suhu yg tidak cukup akan menghasilkan pembakaran yg tidak sempurna sehingga akan menimbulkan masalah baru yaitu pencemaran udara.
Waktu : materi-materi yg terdapat dalam limbah mempunyai nilai kalor yg berbeda-beda, sampah yg basah tentu akan lebih panjang waktu pembakarannya dibanding sampah kering, oleh sebab itu waktu ada kaitannya dengan kebutuhan berapa lama suatu bahan harus dibakar dan berapa derajad temperatur yg dibutuhkan agar dapat terbakar dengan sempurna.
Turbulensi : untuk incenerator kapasitas besar hal ini sangat perlu untuk diperhatikan karena berkaitan dengan jumlah sampah yg akan dibakar dengan suplai oksigen yg masuk agar sampah tersebut dapat terurai dengan sempurna.

PRINSIP KERJA INCENERATOR

Proses insenerasi akan berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu:
– Tahapan pertama adalah membuat air dalam sampah menjadi uap air, hasilnya limbah menjadi kering dan siap terbakar.
– Selanjutnya terjadi proses pirolisis, yaitu pembakaran tidak sempurna, dimana temperature belum terlalu tinggi.
– Fase berikutnya adalah pembakaran sempurna. Ruang bakar pertama digunakan sebagai pembakar limbah, suhu dikendalikan antara 400 C ~ 600 C.
Ruang bakar kedua digunakan sebagai pembakar asap dan bau dengan suhu antara antara 600 C ~ 1200 C
Suplay oksigen dari udara luar ditambahkan agar terjadi oksidasi sehingga materi-materi limbah akan teroksidasi dan menjadi mudah terbakar, dengan terjadi proses pembakaran yg sempurna, asap yg keluar dari cerobong menjadi transparan.